Postingan

Chapter 17 sebuah sobekan photo

"AstGa ,aku kesiangan" kata itulah yang terucap saat aku menghentakkan diriku dari tidur ku ,ku lihat matahari sudah terik,ku melirik jam ternyata sudah jam 9 pagi. Aku langsung berlari keluar kamar dan langsung turun kebawah menuju dapur ,dengan rambut yang masih acak - acakan dan tanpa mencuci muka.ku hanya ingat hari ini harus bikin sarapan buat majikanku.  Ketika ku hendak membuka kulkas untuk mengambil bahan-bahan untuk memasak nasi goreng,ku lihat ada kertas menempel di pintu kulkas ,saat kulihat dan ku perhatikan tulisannya ,tulisan dan bahasanya indonesia  ,ku pun mengambil dan membaca catatan itu. " Aku pergi ke kantor , ku pulang nanti malam ,karena kau tidak membuatkanku sarapan sebagai gantinya tolong beres kan kamarku beserta lemari pakaiannya ,by" aku sedikit agak lega dan bisa bernafas sekarang ku pun mengambil air minum. Setelah membaca pesannya ku pun berniat tuk merapihkan penampilanku yang semerawut ini.    Setelah merapikan penampilanku, ku me...

Chapter 16 momen yang tak terlupakan

 Aku pun melangkah dan mengikutinya dari belakang. Ketika ku sampai di depan meja ,ku benar - benar tekejut dan terpana melihat hidangan yang berada di atas meja yang tertata rapi. Air liur ku pun sampai ingin keluar ,ku benar-benar tidak sabar ingin menyantap semua makanan yang ada di depnku ini. " kenapa bengong ,ayo duduk" tanyanya padaku , tanpa pikir panjang ku pun langsung duduk. Rasa laparku yang sudah tidak bisa ku tahan lagi,aku pun langsung mengambil sumpit untuk mencicipi makanannya. Belum sempat sumpitku mengambil makanan yg ingin ku makan dia langsung menahan sumpitku. " Kita berdoa dulu," mendengar perkataannya itu ku merasa malu ,ku sebagai orang muslim yg seharusnya berkata seperti itu. Ku pun mengangguk dan ku lihat dia mengepalkan kedua  tangan ,menunduk dan memejamkan mata ,tandanya kalau dia sedang berdoa,ku tak tahu agama apa yg dia anut.ku pun ikut berdoa dan tentunya dengan cara yg berbeda.    Tidak lama setelah itu,kami pun makan denga...

Chapter 15

Timbul persaan aneh " aku minta maaf ,atas ucapanku tadi siang" ketika ku mendengar jawabnya itu ku hanya diam dan menatap laki-laki yg ada di depanku ini. " kau pasti terkejut tadi mendengar capanku itu,yg menyebutmu kekasihku"  lanjutnya dan ku hanya mengangguk " sebenarnya ku hanya ingin menyembunyikan rasa sakit yg kurasakan terhadap wanita tadi,wanita tadi adalah mantan pacarku ,maksudku baru menjadi mantan karena kemarin malam ku baru saja memutuskannya,ku pikir dia akan sakit hati dan meminta maaf atas perbuatannya selama ini tapi tadi pas dia datang dia malah sepertinya sangat lega dan senang ku memiliki kekasih baru,mungkin selama ini ku hanya di jadikan pelampiasannya saja." Sambil menghela nafas dia pun menuangkan sebuah minuman yg ada di botol warna merah di atas meja ,lalu dia pun meneguk minumannya tapi hanya sedikit ," ku tahu dia tidak pernah mencintaiku ,ku lah yang meminta dia menjadi pacarku walaupun ku tahu dia tidak pernah ter...

Chapter 14 Makan malam di restaurant

Chapter 14 "Dengan penampilan seperti ini kemana kira- kira ku kan di bawanya pergi" pertanyaan seperti itu lah yg ada dalam pikiranku. Ku mengambil hp ku di tas,ku berniat mendengarkan lagu sambil menikmati pemandangan kota ,ku lihat sudah jam 7 malam lewat ku menoleh ke arah majikanku yg mengenakan kaos warna putih di balut kemeja warna biru  bergaris hitam yg dari tadi trus duduk disampingku sambil menyetir. Ku pun mulai menyetel lagu kesukaanku "time walking to memory yg di nyanyikan oleh idola korea favoritku kim sungkyu ( leader infinite).Ketika ku mendengarkan lagu sambil melihat ke arah lampu - lampu yg menyala di sekitar jalan,pertokoan dan gedung2hotel yang tampak indah dengan lampu berwarna warni dan berkelap kerlip. Mobil yg ku tumpangi pun berhenti di sebuah restaurant ,"ayo turun ,ku lapar kita makan disini" aku hanya mengangguk dan mengikutinya ku lihat dari luar restaurant ini di hiasi banyak aneka bunga kecil - kecil yg menempel di dinding ...

Chapter 13 perjalan di sore hari

Chapter  13 Setengah jam berlalu Dan mobil yang ku tumpangi pun masih melaju  dengan kecepatan sedang. kami pun Sudah masuk jalan utama,ketika ku sedang menikmati udara angin sore yang datang dari jendela mobil yang ku buka, tiba-tiba kepalaku terasa pusing dan perutku mual,ku sudah menduga ku kan seperti ini ,ku paling benci dengan keadaanku ini. Ku putuskan tuk menutup mataku,tapi tiba - tiba ku merasa ada tangan yg menyentuh dahiku dan diiringi suara " kamu sakit? " ku putuskan tuk membuka mataku ternyata majikanku ,mungkin dia menyadari kalau pembantunya ini agak sedikit aneh. Tiba - tiba ku merasa mobil ini berhenti ketika ku buka mataku ternyata benar mobilnya berhenti ,ku lihat majikanku tidak ada lalu ku putuskan tuk keluar dari mobil ,perasaanku lega setelah keluar dari mobil ," tapi ini dimana?" Pertanyaan itu yg ada dipikiranku ketika ku melihat sekeliling pertokoan semua. Ku lihat majikanku keluar dari sebuah mini market dengan membawa bungkusan k...
Chapter 12  Melihat wajah wanita yg didepanku itu ku benar2 tidak nyaman,dan kenapa majikanku itu mengatakan yg bukan2 ,jelas ku adalah pembantunya tapi kenapa dia bilang ku kekasihnya,ku tak mau berfikir panjang ku coba melepaskan tangan yg dari tadi melingkar dan menutupi mulutku,tadinya ku ingin mengatakan yg sebenarnya tapi si brengsek majikanku yg sok kegantengan itu mendorongku masuk ke dalam pintu gerbang besar itu lalu menutupnya,sambil berkata" bersiap siaplah sebentar lg kita pergi ok!" Ku hanya diam tanpa bicara sepatah katapun." Ah sudahlah nanti ku kan tanyakan padanya kenapa dia bicara seperti tadi. Sambil berjalan dgn santai dalam hati ku,ku mempertanyakan siapa wanita tadi karena di lihat dari penampilan sepertinya dia orang kaya.Aku pun sampai di depan rumah ,lalu ku buka pintu dan ku pun pergi mandi,dan bersiap siap tuk pergi, Dengan pakaian kaos pink dan jaket tipis serta celana panjang jeans dan tanpa mekup seperti biasa ku selalu berpenampil...

Chapter 11 siapakah wanita ini?????

Chapter 11 siapa kah wanita ini???? Akhirnya aku pun menyetujui perlombaan itu , yg membuatku tuk menyetujuinya adalah tawarannya jika aku memenangkan permainan ini maka aku bisa memesan makanan yg ku mau,maklum hobbyku makan.kami memulai start dari batu besar yg bertuliskan tulisan china sampai ke jembatan yg ada di seberang sana ,jaraknya lumayan cukup jauh juga sih,tapi ku g bakalan kalah ku dah menyiapkan di otakku makanan apa yg ku minta nanti sebagai hadiahnya. Kulihat dia pun terlihat bersemangat untuk perlombaan ini.kami berjalan tidak jauh,dan akhirnya kami sampai di tempat start perlombaan lari kami,dengan posisi membungkuk ku mulai bersiap jujur sih sebenarnya ku sangat mudah cape tapi ku g mau nyerah dulu sebelum ku coba yg ada di pikiranku makanan yg akan ku makan nanti. Saking besar keinginanku tuk makan makanan itu sampai sampai ku ingin sekali meneriakkannya.  Kami mulai bersiap siap dia yg menghitung mundur . "Apa kau sudah siap?" Tanyanya padaku tentuny...