Chapter 15
Timbul persaan aneh
" aku minta maaf ,atas ucapanku tadi siang" ketika ku mendengar jawabnya itu ku hanya diam dan menatap laki-laki yg ada di depanku ini. " kau pasti terkejut tadi mendengar capanku itu,yg menyebutmu kekasihku" lanjutnya dan ku hanya mengangguk " sebenarnya ku hanya ingin menyembunyikan rasa sakit yg kurasakan terhadap wanita tadi,wanita tadi adalah mantan pacarku ,maksudku baru menjadi mantan karena kemarin malam ku baru saja memutuskannya,ku pikir dia akan sakit hati dan meminta maaf atas perbuatannya selama ini tapi tadi pas dia datang dia malah sepertinya sangat lega dan senang ku memiliki kekasih baru,mungkin selama ini ku hanya di jadikan pelampiasannya saja." Sambil menghela nafas dia pun menuangkan sebuah minuman yg ada di botol warna merah di atas meja ,lalu dia pun meneguk minumannya tapi hanya sedikit ," ku tahu dia tidak pernah mencintaiku ,ku lah yang meminta dia menjadi pacarku walaupun ku tahu dia tidak pernah tertarik padaku , ku pikir seiring berjalannya waktu lambat laun dengan perasaan hatiku yang tulus padanya dia akan mencintaiku sama seperti ku mencintainya ,tapi rasanya ku salah ,dia tetap tidak mencintaiku ,aku lah yg salah terlalu berharap lebih darinya akulah yang bodoh" mendengar ucapannya ku hanya bisa menjadi pendengar yang baik ,ku tahu saat ini dia hanya membutuhkan seseorang yg bisa mendengarkan ungkapan curahan seluruh perasaan yg ada di hatinya." Sudah berapa lama kalian berpacaran? ". Tanya ku padanya ,ku hanya penasaran dari cara berbicara nya yg saat ini tertekan ku menduga dia mungkin sudah lama berpacaran dengan wanita itu menurut pikiranku. " 6 thn" jawabnya " ku menyukainya sejak duduk di bangku sd kami sekolah dan kuliah di unipersitas yg sama tapi ku berani menyatakannya sejak 6 tahun yg lalu " mendengar jawabannya itu ku benar-benar kaget ada ya didunia ini cowok suka sama cewek dan memendamnya sampai selama itu eh pas sudah jadian malah putus . Lama lagi hubungannya,6 tahun bukan waktu yang sebentar pasti banyak kenangan diantara mereka dan biasanya kenangan itu yang sulit untuk seseorang melepasnya.Ku rasa wanita tadi adalah cinta pertamanya. " Tapi kau lebih beruntung dari pada aku,yang seumur hidupku sampai sekarang ku tak pernah merasakan yang namyanya jatuh cinta ya walaupun ku sudah menikah 2 kali ,tapi tetap tidak tahu rasanya jatuh cinta " niat ku sih supaya dia merasa terhibur sedikit tapi, tiba tiba ku merasakan ada semburan air tepat menyembur di wajahku ." kenapa kau menyemburku?"Aku benar benar kesal rasa simpati ku padanya pun langsung hilang tepat saat dia menyemburku dengan minumannya itu. Dia pun bergegas mengambilkan tissue untukku yang tepat berada di atas meja. " maaf - maaf ku tidak sengaja" katanya sambil sedikit tertawa dia pun berdiri dan mencoba untuk membersihkan wajahku tapi ku menangkis tangannya " tidak usah ,biar ku sindiri" ku pun berdiri dan berniat untuk pergi ke toilet tapi si brengsek yg menyemburku itu menahan sambil memegang tanganku." Kau mau kemana?" Tanyanya, "ku mau ke tollet dulu mau cuci wajahku ,rasanya wajahku lengket klu hanya di bersihkan menggunakan tissue saja" ku pun berlalu pergi ,ketika ku berjalan ku menengok kanan kiri tuk mencari di mana toiletnya. ku pun akhirnya berhenti , ku bingung kemana arah toilet ,tiba tiba ada seorang pelayan wanita bertanya padaku" apa ada yg bisa saya bantu?" Tanyanya , mungkin dia melihatku seperti orang kebingungan ( memang ku bingung sih)." Aku mau ke toilet tapi ku tidak tahu arahnya" jawabku . " Oh ,kalau begitu mari saya antar" ku hanya mengangguk dan mengucapkan terimakasih pada pelayan itu " syukurlah ,pelayan ini baik mau mengantarku" ku berbicara dalam hati. " ini sebelah sini,silahkan !" Kata pelayan wanita itu " xie xie ( artinya terima kasih) ," jawabku . Ku pun masuk dan ku cuci muka ,rasa lengketnya pun hilang tapi sayang mekupnya luntur ,yg tadinya ku berwajah cantik sekarang polesan cantiknya luntur. Setelah selesai ku pun keluar dari toilet alangkah kagetnya ketika ku keluar ada seseorang laki - laki berdiri tepat di depan toilet perempuan sambil memegang tas berukuran kecil panjang. " apa yang kau lakukan disini ,kau mau mengintip wanita di toilet ?" tanya ku pada laki laki yg berdiri itu ( siapa lg kalau bukan majikanku yg ganteng nan cerewet itu) ." Luan chiang ( artinya sembarang ngomong), kau pikir aku tipe cowok seperti itu " jawabnya sambil menggetok kepalaku dengan pelan menggunakan tas kecil, " aw, mungkin !" Jawabku sambil mengusap kepala bekas getokan tadi, " ini" dia memberiku tas kecil yg di pegangnya itu. " apa ini" ku bertanya padanya dengan wajah penuh keheranan. " masuk lagi kedalam dan rapihkan wajahmu itu,kau terlihat berantakan sana!" Mendengar ucapannya ku pun penasaran dengan isi dalam tas mini ini. "Apa in?????????......" Ku bergumam sendiri ,tapisepertinya dia mendengar gumamanku, " apa matamu sudah buta ,itu alat mek up sana rapihkan wajahmu ,makanannya nanti ke buru dingin,cepat!" . Sambil mendorongku masuk ke toilet " kau menyuruhku ber mek up,?" Tanyaku sambil menahan dorongan tangannya. " tidak aku menyuruhmu memasak menggunakan mek up itu,bodoh cepat " jawabnya sambil mendorongku dengan keras,. Aku pun menurutinya dan ketika ku berdiri di depan cermin ku bingung mana dulu yg harus ku pakai. Seumur hidupku ini ku tak pernah bermekup dengan alat mek up sekumplit ini. Ku benar - benar tidak tahu menggunakan masing - masing alat mek up ini.karena ku tidak bisa pakai maskara,eyeliner ,eye shadow dan sebagainya ,akhirnya ku putuskan hanya pakai kream muka dan bedak tipis lalu pake lip gos . Setelah selesai ku pun keluar, ketika ku keluar si brengsek itu masih berdiri di depan tooilet . " Kau masih disini?" Tanyaku padanya " ayo ku lapar" lanjutku sambil melangkah pergi tapi lagi2 tangannya itu menarik tanganku dan kali ini wajahnya didekatkannya pada wajahku,ku bisa melihat dengan jelas lekukan wajah laki laki yg ada di depanku ini bibirnya benar 2 merah dalam fikirku " apa mungkin dia pakai lipstik?" Kulit wajahnya yg putih dan sorot matanya yg tajam melihat keaarah sekeliling wajahku, ku juga bisa merasakan hembusan nafasnya ,jujur ku sangat gugup dan jantungku tiba - tiba berdegup dengan kencang. Baru pertama kali seumur hidupku ku merasakan hal seperti ini. Melihat wajahnya yg begitu indah ku merasa sangat kagum," apa kau perempuan?" Seketika suaranya memecah kekagumanku padanya ," "eh,tentu saja aku perempuan,dan bisakah kau menjauhkan wajahmu dari wajahku"., dia pun menarik wajahnya sambil menggelengkan kepala ,ku heran apa yg dia pikirkan . " Ku rasa kau bukan perempuan ,aku saja laki -laki bisa ber mek up " dia punmelangkah pergi. Ku hanya menatap dengan penuh keheranan dengan kata katanya tadi.
" aku minta maaf ,atas ucapanku tadi siang" ketika ku mendengar jawabnya itu ku hanya diam dan menatap laki-laki yg ada di depanku ini. " kau pasti terkejut tadi mendengar capanku itu,yg menyebutmu kekasihku" lanjutnya dan ku hanya mengangguk " sebenarnya ku hanya ingin menyembunyikan rasa sakit yg kurasakan terhadap wanita tadi,wanita tadi adalah mantan pacarku ,maksudku baru menjadi mantan karena kemarin malam ku baru saja memutuskannya,ku pikir dia akan sakit hati dan meminta maaf atas perbuatannya selama ini tapi tadi pas dia datang dia malah sepertinya sangat lega dan senang ku memiliki kekasih baru,mungkin selama ini ku hanya di jadikan pelampiasannya saja." Sambil menghela nafas dia pun menuangkan sebuah minuman yg ada di botol warna merah di atas meja ,lalu dia pun meneguk minumannya tapi hanya sedikit ," ku tahu dia tidak pernah mencintaiku ,ku lah yang meminta dia menjadi pacarku walaupun ku tahu dia tidak pernah tertarik padaku , ku pikir seiring berjalannya waktu lambat laun dengan perasaan hatiku yang tulus padanya dia akan mencintaiku sama seperti ku mencintainya ,tapi rasanya ku salah ,dia tetap tidak mencintaiku ,aku lah yg salah terlalu berharap lebih darinya akulah yang bodoh" mendengar ucapannya ku hanya bisa menjadi pendengar yang baik ,ku tahu saat ini dia hanya membutuhkan seseorang yg bisa mendengarkan ungkapan curahan seluruh perasaan yg ada di hatinya." Sudah berapa lama kalian berpacaran? ". Tanya ku padanya ,ku hanya penasaran dari cara berbicara nya yg saat ini tertekan ku menduga dia mungkin sudah lama berpacaran dengan wanita itu menurut pikiranku. " 6 thn" jawabnya " ku menyukainya sejak duduk di bangku sd kami sekolah dan kuliah di unipersitas yg sama tapi ku berani menyatakannya sejak 6 tahun yg lalu " mendengar jawabannya itu ku benar-benar kaget ada ya didunia ini cowok suka sama cewek dan memendamnya sampai selama itu eh pas sudah jadian malah putus . Lama lagi hubungannya,6 tahun bukan waktu yang sebentar pasti banyak kenangan diantara mereka dan biasanya kenangan itu yang sulit untuk seseorang melepasnya.Ku rasa wanita tadi adalah cinta pertamanya. " Tapi kau lebih beruntung dari pada aku,yang seumur hidupku sampai sekarang ku tak pernah merasakan yang namyanya jatuh cinta ya walaupun ku sudah menikah 2 kali ,tapi tetap tidak tahu rasanya jatuh cinta " niat ku sih supaya dia merasa terhibur sedikit tapi, tiba tiba ku merasakan ada semburan air tepat menyembur di wajahku ." kenapa kau menyemburku?"Aku benar benar kesal rasa simpati ku padanya pun langsung hilang tepat saat dia menyemburku dengan minumannya itu. Dia pun bergegas mengambilkan tissue untukku yang tepat berada di atas meja. " maaf - maaf ku tidak sengaja" katanya sambil sedikit tertawa dia pun berdiri dan mencoba untuk membersihkan wajahku tapi ku menangkis tangannya " tidak usah ,biar ku sindiri" ku pun berdiri dan berniat untuk pergi ke toilet tapi si brengsek yg menyemburku itu menahan sambil memegang tanganku." Kau mau kemana?" Tanyanya, "ku mau ke tollet dulu mau cuci wajahku ,rasanya wajahku lengket klu hanya di bersihkan menggunakan tissue saja" ku pun berlalu pergi ,ketika ku berjalan ku menengok kanan kiri tuk mencari di mana toiletnya. ku pun akhirnya berhenti , ku bingung kemana arah toilet ,tiba tiba ada seorang pelayan wanita bertanya padaku" apa ada yg bisa saya bantu?" Tanyanya , mungkin dia melihatku seperti orang kebingungan ( memang ku bingung sih)." Aku mau ke toilet tapi ku tidak tahu arahnya" jawabku . " Oh ,kalau begitu mari saya antar" ku hanya mengangguk dan mengucapkan terimakasih pada pelayan itu " syukurlah ,pelayan ini baik mau mengantarku" ku berbicara dalam hati. " ini sebelah sini,silahkan !" Kata pelayan wanita itu " xie xie ( artinya terima kasih) ," jawabku . Ku pun masuk dan ku cuci muka ,rasa lengketnya pun hilang tapi sayang mekupnya luntur ,yg tadinya ku berwajah cantik sekarang polesan cantiknya luntur. Setelah selesai ku pun keluar dari toilet alangkah kagetnya ketika ku keluar ada seseorang laki - laki berdiri tepat di depan toilet perempuan sambil memegang tas berukuran kecil panjang. " apa yang kau lakukan disini ,kau mau mengintip wanita di toilet ?" tanya ku pada laki laki yg berdiri itu ( siapa lg kalau bukan majikanku yg ganteng nan cerewet itu) ." Luan chiang ( artinya sembarang ngomong), kau pikir aku tipe cowok seperti itu " jawabnya sambil menggetok kepalaku dengan pelan menggunakan tas kecil, " aw, mungkin !" Jawabku sambil mengusap kepala bekas getokan tadi, " ini" dia memberiku tas kecil yg di pegangnya itu. " apa ini" ku bertanya padanya dengan wajah penuh keheranan. " masuk lagi kedalam dan rapihkan wajahmu itu,kau terlihat berantakan sana!" Mendengar ucapannya ku pun penasaran dengan isi dalam tas mini ini. "Apa in?????????......" Ku bergumam sendiri ,tapisepertinya dia mendengar gumamanku, " apa matamu sudah buta ,itu alat mek up sana rapihkan wajahmu ,makanannya nanti ke buru dingin,cepat!" . Sambil mendorongku masuk ke toilet " kau menyuruhku ber mek up,?" Tanyaku sambil menahan dorongan tangannya. " tidak aku menyuruhmu memasak menggunakan mek up itu,bodoh cepat " jawabnya sambil mendorongku dengan keras,. Aku pun menurutinya dan ketika ku berdiri di depan cermin ku bingung mana dulu yg harus ku pakai. Seumur hidupku ini ku tak pernah bermekup dengan alat mek up sekumplit ini. Ku benar - benar tidak tahu menggunakan masing - masing alat mek up ini.karena ku tidak bisa pakai maskara,eyeliner ,eye shadow dan sebagainya ,akhirnya ku putuskan hanya pakai kream muka dan bedak tipis lalu pake lip gos . Setelah selesai ku pun keluar, ketika ku keluar si brengsek itu masih berdiri di depan tooilet . " Kau masih disini?" Tanyaku padanya " ayo ku lapar" lanjutku sambil melangkah pergi tapi lagi2 tangannya itu menarik tanganku dan kali ini wajahnya didekatkannya pada wajahku,ku bisa melihat dengan jelas lekukan wajah laki laki yg ada di depanku ini bibirnya benar 2 merah dalam fikirku " apa mungkin dia pakai lipstik?" Kulit wajahnya yg putih dan sorot matanya yg tajam melihat keaarah sekeliling wajahku, ku juga bisa merasakan hembusan nafasnya ,jujur ku sangat gugup dan jantungku tiba - tiba berdegup dengan kencang. Baru pertama kali seumur hidupku ku merasakan hal seperti ini. Melihat wajahnya yg begitu indah ku merasa sangat kagum," apa kau perempuan?" Seketika suaranya memecah kekagumanku padanya ," "eh,tentu saja aku perempuan,dan bisakah kau menjauhkan wajahmu dari wajahku"., dia pun menarik wajahnya sambil menggelengkan kepala ,ku heran apa yg dia pikirkan . " Ku rasa kau bukan perempuan ,aku saja laki -laki bisa ber mek up " dia punmelangkah pergi. Ku hanya menatap dengan penuh keheranan dengan kata katanya tadi.
Komentar
Posting Komentar