Chapter 16 momen yang tak terlupakan
Aku pun melangkah dan mengikutinya dari belakang. Ketika ku sampai di depan meja ,ku benar - benar tekejut dan terpana melihat hidangan yang berada di atas meja yang tertata rapi. Air liur ku pun sampai ingin keluar ,ku benar-benar tidak sabar ingin menyantap semua makanan yang ada di depnku ini. " kenapa bengong ,ayo duduk" tanyanya padaku , tanpa pikir panjang ku pun langsung duduk. Rasa laparku yang sudah tidak bisa ku tahan lagi,aku pun langsung mengambil sumpit untuk mencicipi makanannya. Belum sempat sumpitku mengambil makanan yg ingin ku makan dia langsung menahan sumpitku. " Kita berdoa dulu," mendengar perkataannya itu ku merasa malu ,ku sebagai orang muslim yg seharusnya berkata seperti itu. Ku pun mengangguk dan ku lihat dia mengepalkan kedua tangan ,menunduk dan memejamkan mata ,tandanya kalau dia sedang berdoa,ku tak tahu agama apa yg dia anut.ku pun ikut berdoa dan tentunya dengan cara yg berbeda. Tidak lama setelah itu,kami pun makan denga...