Chapter 13
Setengah jam berlalu Dan mobil yang ku tumpangi pun masih melaju dengan kecepatan sedang. kami pun Sudah masuk jalan utama,ketika ku sedang menikmati udara angin sore yang datang dari jendela mobil yang ku buka, tiba-tiba kepalaku terasa pusing dan perutku mual,ku sudah menduga ku kan seperti ini ,ku paling benci dengan keadaanku ini. Ku putuskan tuk menutup mataku,tapi tiba - tiba ku merasa ada tangan yg menyentuh dahiku dan diiringi suara " kamu sakit? " ku putuskan tuk membuka mataku ternyata majikanku ,mungkin dia menyadari kalau pembantunya ini agak sedikit aneh. Tiba - tiba ku merasa mobil ini berhenti ketika ku buka mataku ternyata benar mobilnya berhenti ,ku lihat majikanku tidak ada lalu ku putuskan tuk keluar dari mobil ,perasaanku lega setelah keluar dari mobil ," tapi ini dimana?" Pertanyaan itu yg ada dipikiranku ketika ku melihat sekeliling pertokoan semua. Ku lihat majikanku keluar dari sebuah mini market dengan membawa bungkusan kresek putih. " kau sudah baikan ?" Tanyanya padaku ?" Aku hanya mengangguk ,"ayo masuk" dia pun menyuruhku tuk masuk ke dalam mobil,didalam mobil dia memberikan ku bungkusan kantung kresek nya. " itu untukmu lihatlah sendiri.!" . Ku pun membukanya,apa yg ku lihat dalam bungkusan itu ,aneka minuman, aneka sneak dan satu botol mini minyak masuk angin. Ku menatap wajah majikanku yg sudah mulai menyetir itu ,ku tidak menyangka dia perhatian juga,tentu saja dia harus perhatian karena ku bisa saja muntah di dalam mobil mewah ini he he. Selama perjalanan hanya mengemil dan minum ,dengan cara ngemil ampuh juga tuk ngilangin rasa mabukku akibat berkendara.ketika sedang asyik melihat aneka pertokoan ,mobil yg ku tumpangi pun berhenti di sebuah toko kecil,bisa di bilang itu sebuah butik kecil karena ada tulisannya,ku pun di suruh turun dari mobil . "Ayo turun,taruh makananmu disini ,jangan di bawa!" Ku hanya mengangguk dan mengikutinya dari belakang.ketika ku masuk kulihat banyak pakaian yg bagus tentunya dgn harga yg fantastis . Ketika sedang asyik melihat aneka model baju,seorang wanita penjaga butik menghampiriku sambil bertanya "Model baju seperti apa yg anda inginkan nona?" Aku hanya bengong ketika pertanyaan itu diajukan padaku karena aku tidak merasa akan membeli baju disini," jangan tanya dia ,kamu bisa liat dari tubuhnya baju seperti apa yg cocok untuknya!" Kata cowok yg duduk sambil baca koran itu siapa lagi klu bukan majikanku.setelah mendengar perkataannya itu wanita itu pergi dan tidak lama dia kembali sambil membawa sederet baju yg beraneka model ," cobalah sana!"Kata majikanku, "kenapa aku ?" Ku bertanya padanya tapi dia hanya menatapku lalu bilang " kalau kau bertanya trus gajih bulan ini ku potong!," .setelah mendengar kata 2yang ia keluarkan ku pun pergi tuk mencoba semua baju, satu per satu baju ku coba,hanya baju yg bermodel rok yg tak ku coba . Setelah selesai ku pun keluar dari ruang ganti. Melihatku keluar dia pun menghampiriku " kenapa kau keluar dengan pakaian itu,apa pakaiannya tidak pas buatmu" Dia bertanya padaku. " Bukannya tidak pas tapi ku tak tau mana yang harus ku kenakan ." Dia menggelengkan kepalanya lalu dia pun memilih baju untuk ku pakai,akhirnya dia memilihkanku sebuah gaun pendek ,tapi ku menolaknya karena gaun itu terlalu pendek hanya sampai atas lututku. "Siensen ,maaf ku tidak bisa pakai pakaian seperti ini," kataku berbisik padanya . " kenapa?" Tanyanya padaku " kakiku akan terlihat kalau pakai baju itu "jawabku " tentu saja kakimu akan terlihat ini kan blouse rok pendek" . "Justru itu ku tak bisa memakainya karena kakiku dari lutut kebawah itu hitam dan dari lutut ke atas putih" mendengar penjelasan itu dia tiba 2 tertawa aku jadi malu di buatnya . " baiklah kau pakai saja sesuka hatimu yg jelas jangan pakai baju ini kau mengerti" dia pun pergi dan duduk lagi di kursinya . Aku putuskan tuk memilih celana panjang yg berbahan cutton warna biru dan atasnya sebuah kaos panjang yg bergambar bunga tidak lupa ada sabuk kecil di pinggangnya. Setelah ku kenakan dia pun membayar semua baju yg sudah ku coba tentunya kecuali yg bermodel rok karena ku menolak tuk memakainya. Kami pun pergi meninggalkan butik itu kali ini ku pun tak tahu kemana lagi ku dibawa pergi. Setelah setengah jam mobil yg ku tumpangi pun berhenti kali ini di toko sepatu ,dalam hati ku berbicara" apa kali ini dia mau membelikanku sepatu juga ?" Ternyata benar dia menyuruh penjaga toko tuk mencarikan sepatu yang pas dan yang sesuai dengan baju yang ku kenakan ,penjaga toko itu memberikan ku beberapa pasang sepatu high heels ,tapi ku menolaknya karena ku tidak nyaman memakainya mungkin karena tidak terbiasa. Ku pun memilih sepatu yg tentunya sesuai dan nyaman untukku. Kali ini majikanku itu tidak protes dengan sepatu pilihanku. Setelah itu kami pun melanjutkan perjalanan kami . Sebenarnya ku sendiri juga bingung mau dibawa kemana aku dengan penampilan seperti ini. Dan untuk ke tiga kalinya mobil ini berhenti dan kali ini dia berhenti tepat di depan sebuah salon," apa dia berusaha mendandaniku juga" itulah yang ku pikirkan. Aku pun di suruh turun dan masuk ke dalam salon itu. Ketika ku masuk ku lihat ada seorang penjaga salon yg menghampiri kami ,tapi sepertinya mereka akrab karena terlihat dari mereka bicara. Dia pun mendekatiku dan menyuruhku tuk duduk di tepat di depan cermin. " sudah ku duga dia akan mendandani ku" ,gumamku. Ku lihat majikannya duduk di sofa panjang sambil melihat majalah ,dia sempat melihat ke arahku dan sedikit tersenyum. Melihat senyumannya itu bulu kudukku merinding takut. Aku pun berbalik dan tak menghiraukannya. Satu jam ku di permak di salon itu dan kini luar biasa ku banhkan tak bisa mengenali wajahku sendiri ketika berada di cermin. Setelah selesai kami pun keluar dan pergi.
Komentar
Posting Komentar