My novel chapter 9

 ,chapter 9

Apa kamu merasa bahagia dengan kehidupanmu???

"Apa kau merasa bahagia dengan hidupmu?"pertanyaan itu membuatku terdiam,karena ku sendiri tidak tahu jawaban dari pertanyaan itu baik itu untuk nya atau diriku sendiri. Ku putuskan tuk tak menghiraukan kannya seolah olah ku tak mendengar pertanyaan itu,aku melanjutkan pekerjaanku mencuci peralatan yg sudah kupakai tadi. "Kenapa kau tidak menjawabnya?" Aku tetap tidak menghiraukannya,aku hanya diam sambil bekerja."kenapa kau tidak menjawabnya,aku bertanya padamu vera?". Kali ini dia agak sedikit tegas ,ku pun akhirnya menoleh dan menanggapi pertanyaannya tapi bukan sebuah jawaban yg ku lontarkan padanya melainkan sebuah pertanyaan,"kenapa tuan menanyakan hal itu pada saya,saya hanya seorang pembantu,sebaiknya anda melanjutkan makan anda, saya akan pergi dulu" aku pun pergi meninggalkannya di dapur sendirian. Aku pergi ke kamar mandi entah apa yg ku pikirkan dan kenapa ku harus ke kamar mandi,kenapa ku harus menghindari pertanyaan itu. Ku hanya berharap dia melupakan pertanyaan itu. Tidak lama ku pun keluar,ku lihat dia sudah tidak ada , hanya piring bekas dia makan yg sudah dia letakkan di tempat cuci piring. Aku pun mencucinya setelah mencuci piring aku pun berniat tuk makan mi instanku yg sudah mengembang dan dingin karena terlalu lama. Tapi karena lapar ku pun memakannya.
 "Vera,ku pergi dulu!" Ku mendengar suaranya tidak jauh dari tempat ku makan, ku hanya menoleh dan melihat ia sekilas sambil pamitan,saat itu dia melihatku makan di ruang makan, ku hanya mengangguk dan ku pun melanjutkan kembali makanku. "Kenapa kau tidak bertanya kemana ku pergi" aku yg sedang makan, tiba2 ku tersedak "uhuk uhuk uhuk " aku begitu kaget tiba tiba ada suara yg keras di sampingku sambil menepuk bahuku,dia memberikanku segelas air yg ada di sebelahku,"ini" aku pun mengambil minuman yg ada di tangannya itu. Aku menoleh dan menatap wajahnya yg saat itu sedang berdiri disampingku,"memangnya tuan mau kemana,sehingga saya harus tahu", tanyaku padanya saat itu ku masih bicara sopan menahan rasa kesal karena hampir saja rasa pedas itu masuk ke hidungku." Aku ada pertemuan jadi aku akan pergi". Jawabnya ,aku hanya mengangguk dan kembali menunduk tuk melajutkan makanku. Setelah itu dia pun pergi,ku heran kenapa dia ingin aku tahu kemana dia pergi. Aku melanjutkan kembali makanku,1jam sudah akhirnya mi instanku habis,y walaupun rasanya aga sedikit berbeda dari yg tdi saat baru ku angkat dari wajan,tapi tak apalah yg penting ku dah kenyang,jjr soal mkn ku g bisa cepat soalnya harus ku nikmati. Ku lihat jam ternyata sudah pukul 9wah g trasa rupanya,ku pun langsung mencuci mangkuk bekas makanku tadi dan langsung ku mau naik ke atas dan tidur.
  Di tengah lelapnya tidur ku tiba -tiba terdengar suara benda jatuh,awalnya mungkin itu hanya perasaanku saja. Tapi aku merasa ada yg tidak beres,aku pun memutuskan tuk pergi melihat ke lantai bawah saat itu kulihat sudah pukul 12malam sambil memegang sapu sebagai senjata tujuannya,ku berjalan pelan -pelan,"lumayan horor juga ni rumah,klu saja ada yg mau menyewa ni rumah sebagai tempat syuting rumah hantu cocok banget"ku mencoba berbicara sendiri tuk menghilangkan rasa takut yg ada di pikiranku. Ketika kusampai lantai bawah ku mendengar suara yg berat mengerang"ngh ngh ngh" langsung saja ku menyalakan lampunya dan apa yg ku lihat laki2yg so tampan itu tergeletak di bawah lantai ,aku benar-benar terkejut langsung saja ku lihat dia tapi rasa khawatirku berubah menjadi rasa kesal saat ku mencium bau arak dari mulutnya rasanya ingin muntah. Karena tidak kuat dengan baunya ku pun pergi ke dapur tuk mengambil masker ,saking kumplitnya ni rumah segala hal kecil pun ada di rumah ini. Ku berusaha mengangkat tubuhnya,tadinya ku mau membawa dia ke kamarnya tapi......... Ketika ku melihat tangga rasanya ku gak kuat kalau harus menaiki tangga sambil membawa orang yg setengah pingsan ini. Aku pun berbelok dan ku putuskan tuk menaruhnya di sofa ," sofanya lumayan aga sedikit lebar cukuplah buat tubuhnya", akhirnya ku pun menaruh tubuhnya di atas sofa sambil menggerutu"sial,berat bngt sih ni orang padahal kurus,bawa dia sampai sini saja dah sakit semua badanku apa lagi klu harus membawanya ke kamar bisa ambruk and gak bisa berdiri lg dah aku. Saat itu ku lihat wajahnya berkeringat"apa mungkin dia kepanasan?" Aku pun pergi ke kamar mandi tuk mengambil air dan handuk kecil tujuannya untuk mengelap tubuhnya, saat itu ku memang merasa canggung tapi kalau ku g lap nanti dia g nyaman tidurnya,ah sudahlah anggap saja anak kecil atau orang gila kaya kakek yg kurawat dulu,lagian dia pasti g bakalan sadar,akhirnya ku putuskan tuk membuka jasnya walaupun agak susah,lalu ku pun mulai membuka kemejanya gila pasku buka bagian perutknya ternyata sis pax juga ya orang ini (eit kalian jgn berfikir yg jorok dulu ku tidak melakukan apapun padanya) ku pun mulai mengelap,dari mulai wajah sampai ke perut,setelah itu ku pakaikan kaos putih padanya setelah selesai ku ambil selimut dari kamarnya dan menyelimutinya . "Akhirnya selesai juga" aku pun mulai mengantuk dan pergi tidur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Chapter 15

My novel tkw dan majikan chapter 4 siapa ini??????