Rasa penasaran tentangnya

Chapter 10

Rasa penasara

Di pagi hari yg sunyi ,ku terbangun dengan mata yg masih sulit tuk ku buka ku mencoba menyadarkan diriku dari rasa kantukku ," rasanya ku ingin tidur lagi" ku bergumam sambil melirik jam yg ada di dinding kamarku dan kulihat masih pukul 6 pagi, itu berarti ku masih memiliki waktu tuk tidur hanya 1jam lagi (dirumah ini memang ku mulai kerja pukul 7, lebih siang dari pada waktu ku kerja di rumah mjkn yg dulu yg harus bangun 0530 pagi,disini majikan ku yg ganteng itu pergi kerjanya jam 8 pagi ) tapi ketika ku mulai memeluk selimutku lagi tiba tiba hp ku berdering ku pun meraihnya walaupun ku enggan, "wei,vera maaf ku mengganggumu"ku benar benar kaget ketika mendengar suara yg ku kenal di tlpn" ku pun melihat kembali hpku ternyata disitu tertulis tuan chen membuat rasa kantukku pun hilang seketika,cepat -cepat ku menyadarkan diriku,"ya tuan,ada apa?" Tanyaku padanya karena dia tidak biasanya meneleponku sepagi ini,biasanya agak siang hanya tuk sekedar menanyakan kabarku."Apa dia pulang kerumah?" Aku sedikit terkejut dengan pertanyaannya itu ,tentu ku tahu siapa yg dia tanyakan"ya dia ada di rumah mungkin sekarang masih tidur karena semalam dia pulang dalam keadaan mabuk berat tuan"ku coba menjelaskan keadaannya semalam "Syukurlah,kalau begitu ku tenang,ku percayakan dia padamu vera"mendengar kata itu membuatku berfikir dan penasaran apa yg sebenarnya terjadi dan kenapa dia mabuk berat pasti ada alasannya,"vera,vera" ku kaget karena ku terlalu larut dalam pikiranku yg di penuhi rasa penasaran "ya " jawabku sontak. " kalau ada apa2 tolong segera menghubungiku ok" ,aku pun mengiyakannya"baik" dia pun langsung menutup telponnya,aku yg masih harus mengumpulkan rohku ini dengan langkah berat berjalan menuju kamar mandi tuk membersihkan diriku biar sedikit segar.  Ku berusaha cepat tuk mempersiapkan diriku tuk bekerja dan ku ingin melihat bagaimana keadaanya.
Tidak berapa lama ku pun sudah siap tuk bekerja dan ku pun pergi ke bawah sebenarnya ku penasaran dengan keadaannya sekarang. Ku pun segera melihat ke ruang tamu di mana ku membaringkannya semalam. Pas ku lihat ke arah sofa yg di tempatinya semalam ku kaget ternyata dia sudah tidak ada,yg kulihat hanya selimut yg sudah dilipat rapih.
 "Kemana dia,apa dia di kamar mandi atau di kamar dia tidur mungkin dia pindah sendiri.?" Pertanyaan itu yg ada di fikiranku ,tapi ku pun segera menghapus semua pikiranku tentangnya,ku pun menuju dapur tuk mencari sesuatu yg bisa ku jadikan sarapan tapi tiba2ku merasa haus dan ku pun mengambil air minum  di kulkas (maklum ku suka air dingin) "apa yg kau lakukan bangun pagi langsung ke dapur nyari makanan bukannya olahraga". "Uhuk uhuk" aku terkejut bukan main air yg ku telan tadi langsung menyembur keluar bahkan lebih parahnya lg air itu masuk kehidungku rasanya sakit,aku batuk beberapa kali dan ku pun langsung mengambil tisu tuk mengelap mulut dan hidungku sambil melihat kearah suara yg membuatku kaget tadi. Rasa kesal rasanya sudah mencapai ubun-ubun ketika ku lihat ternyata suara itu berasal dari laki2yg mabuk berat semalam bahkan mungkin bisa dibilang yg hampir sekarat tadi malam "Ganti bajumu pake baju yg lain kita lari di sekitar pantai ini" . Dia langsung memberi perintah padaku ,"kenapa ku harus lari denganmu,kau lari saja sendiri, aku tidak mau aku mau beres2"ku pun melangkah pergi dengan rasa kesal yg masih ada di hatiku gara2si brengsek itu hidungku sakit." Akan ku potong gajihmu klu kau menolaknya" tiba -tiba langkahku  terhenti mendengar perkataannya yg tiba2itu " aku serius dengan ucapanku, ku hitung sampai 3kalau kau tidak langsung ganti baju maka gajihmu ku potong setengahnya" gila dia mengancam apa memaksaku,tentunya mendengar ucapan itu belum sempat dia menyebutkan hitungan pertama ku langsung berbalik dan menyetujuinya. "Ok,tapi ku ganti baju dulu" ku sempat melihat wajahnya, dia hanya tersenyum ,tanpa pikir panjang ku langsung ke kamar tuk mengganti bajuku dengan hati kesal ku mengganti bajuku dengan kaos warna biru dan celana pendek selutut warna hitam" sial kenapa pagi2dia menyuruhku lari dengannya dia pikir ku tidak ada kerjaan apa,ah sudahlah dari pada gajihku di potong mana setengahnya lagi"ku menggerutu dalam hatiku,setelah selesai ku pun cepat2 turun. Ku lihat dia ada di luar ku pun menghampirinya." Aku sudah siap" dia pun menengok ke arahku sambil tersenyum." Ayo,kita balap lari siapa yg paling cepat sampai pintu gerbang sana dia menang,bagaimana?" Aku hanya diam,ku tidak tertarik dengan balap lari " tidak ku lari biasa saja ayo,lagian kenapa ku harus balapan lari denganmu apa untungnya bagiku hanya cape yg ada" ku pun pergi sambil setengah berlari "kalau kau menang ku traktir kau makan siang hari ini" tiba-tiba ku berhenti mendengar perkataannya itu ,ku pun berbalik" serius?" Dia berjalan ke arah ku "tentu saja itu pun kalau kau memenangkannya" dengan muka sinis dan licik dia meremehkanku. " Baik,aku ladeni kau,asal makanannya aku yg pilih bagaimana?". "Setuju" akhirnya kami pun berjabat tangan sebagai tanda kesepakatan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Chapter 15

My novel tkw dan majikan chapter 4 siapa ini??????

My novel chapter 9