My novel tkw dan majikan chapter 8

Chapter 8. Apa kah kau merasa bahagia dengan hidupmu????


Hari pun sudah mulai malam,ku berada di kamar tepat di hadapanku sebuah laptop kecilku."Ah,bukannya aku di suruh untuk membangunkannya tepat pukul 7,"aku pun melihat jam dinding yg ada di kamarku ,saat ku lihat memang sudah pukul 7tapi masih kurang 5menit kuputuskan tuk pergi ke kamarnya tuk membangunkannya,ku berfikir membangunkannya pasti tidak akan terlalu lama jadi ku putuskan sebelum jam 7 tepat lebih baik ku segera membangunkannya. Aku melangkah tuk menuju kamarnya. Ku beranikan diriku tuk mengetuk pintu yg ukurannya agak sedikit berbeda dengan pintu yg lainnya itu.
   "Tok - tok,tuan ini sudah jam 7 bukankah anda mau pergi?", tapi tidak ada suara yg menandakan dia sudah bangun apa belum,aku pun mengetuk pintu kamar sekali lagi,ku coba mengeluarkan suara yg lebih keras dari sebelumnya" tok-tok,tuaaaan ini aku vera ini sudah jam 7bukankah anda mau pergi"  tapi tetap tidak ada suara atau jawaban dari dalam kamar,ku coba mengetuk pintu lebih keras lagi,tapi tetap tidak ada jawaban ku putuskan tuk melangkah ke dapur dan membiarkannya,tapi ketika berbalik ku ingat"bagaimana klu dia menyalahkanku aduh membuatku pusing saja ini orang ". Ku berjalan mondar mandir di depan kamar itu sampai ku merasa mual dan pusing karena terlalu banyak mondar mandir,ku bingung mau masuk atau tidak ah akhirnya rasa pusing di kepalaku sudah berada di level 15 dan ku putuskan tuk masuk.  Pas kubuka pintu kamar,apa yg kulihat laki2itu  menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut ku pun mulai memanggilnya"tuan,tuan bangun ini sudah jam 7,bukannya anda mau pergi,tapi anehnya tidak ada tanda dia bangun ,aku pun mulai menggerakkan kakinya tapi tetap tidak ada respon apa pun ku mulai panik,pikiranku kacau takut kalau terjadi sesuatu padanya ,kuputuskan tuk membuka selimutnya dan pas kubuka ternyata orang ini pake hedset ukuran gede di telinganya trus dia pake penutup mata kaya yg nyaman bngt tidurnya itu ,sampai ku tidak tega membangunkannya,tapi aku harus tetap membangunkannya apa lagi ini sudah lewat pukul 7, saat ku lihat jam "astaga berarti sudah setengah jam ku mencoba bangunin ini cowok tidak bangun bangun" setelah semua usahaku tuk membangunkannya akhirnya dia bereaksi juga,tapi tidak berapa lama dia tidur lagi,aku pun mulai benar2marah,membuatku menggerutu difikiranku "sial kaya kebo aja ni orang kalau tidur,ah bukan kaya orang mati ah terserahlah" . Aku segera membuka penutup matanya dan melepas hedsetnya yg menempel di telinganya itu ,aku tidak perduli lagi aku mau di bilang tidak sopan pun terserah,"tuan bangun sudah lewat jam7sekarang sudah mau jam 8malam bukannya anda mau pergi,"akhirnya dia membuka matanya dan melirik ke arahku dengan senyuman,aku heran bukannya dia kaget tapi malah tersenyum" ah aku tidak jadi pergi maaf ya" coba jawaban apa itu hampir satu jam aq mencoba membangunkannya dan dia bilang tidak jadi pergi,knpa dia tidak bilang aku benar2_kesal ingin rasanya ku pukul dia dengan tanganku.dengan muka kesal ku pergi dan cepat2ke dapur tuk membuat mi super pedas tuk melampiaskan emosiku.
   Setelah sampai dapur ku ambil 1bks mi instan dan ku ambil beberapa bakso,udang,dan juga sosis sapi tidak lupa ku juga mengambil 1bks cabe merah,saat itu rasanya ingin makan makanan yg pedas tidak perduli bagaimna nantinya sakit perutkah apapun itu rasa kesal ku sudah ada di ujung kepala.
  Tidak mencapai 1/2jam mi instanku sudah matang dengan kuah yg berwarna merah dan rasanya sudah bisa di pastikan pedasnya gilaaa. Setelah matang ku pun menuangkannya kedalam mangkok yg agak besar,lalu ku taruh di atas meja makan ku berniat tuk mengambil segelas air dingin sebagai minumannya,ketika ku mengambil air ku dengar ada seseorang yg turun pikiranku langsung mengarah ke laki2yg sekarang berada di rumah ini."apa dia bangun???"ku pun melangkah pergi tuk melihat apa dugaanku benar,ternyata pas ku lihat memang benar dia bangun,ku lihat dia memakai pakaian santai dengan kaos merah bertangan pendek dan celana jeans pendek selutut."ah ,anda bangun kpu begitu aku aka memasak dulu kebetulan nasinya masih ada"ku pun berbalik dan melangkah tuk memasak makanan untuknya,dia hanya mengangguk. Tidak lama ketika ku sedang mengiris bahan2tuk membuat nasi goreng tiba -tiba ku dengar dia berteriak,aku langsung pergi tuk melihat apa yg terjadi dengannya. "Ada apa,kulihat mukanya merah sambil menjulurkan lidah yg saat itu sedang dikupas kipasi menggunakan tangannya."Siapa yg membuat ini,udah panas pedas bngt lagi"akupun langsung melihat kearah yg ia tunjukkan dan kulihat mi instanku,"tunggu,kau memakan mi ini?" Tanyaku,dia hanya mengangguk,"kenapa kau tidak tanya dulu,bukankah sudah ku bilang kalau ku akan membuatkan makanan untukmu,ini makananku" ku mencoba menjelaskannya. "Mana ku tahu ini makanannya tidak ada tulisannya,lagian knpa kau membuatnya panas dan pedas apa kau nanti tidak sakit perut makan makanan sepedas ini?" Aku tidak menghiraukan perkataannya dan berniat untuk pergi sambil membawa mi instanku,tapi sebelum ku melangkah sesuatu menahanku,"tunggu,kau mau kemana?"aku menoleh dan bilang"aku akan membuatkanmu nasi goreng jadi bisakah kau melepaskan tangan mu karena ku tak mau mi instanku tumpah" dia pun melepaskan tangannya dan ku pun pergi tuk memasak.
 Ketika ku sedang memasak tiba2dia datang entah dari mana dan duduk di depan meja dapur,aku tidak menghiraukannya dan terus memasak,"vera,apa kau sudah menikah?" Aku yg sedang mengaduk2 nasi goreng tiba2terkejut mendengar perkataan seperti itu,"mmm"aku pun menjawabnya dengan sederhana, "apa kau punya anak?",tanya nya lanjut padaku. "Belum"jawabku pendek. Dia pun terdiam,nasi gorengku pun akhirnya sudah siap ku sajikan,ku pun langsung menuangkannya ke piring dengan di atasnya ku taruh telur mata sapi. Ku pun memberikan nasi goreng itu kedepan laki2yg dari tadi duduk di depan meja dapur. "Ini" laki-laki itu segera meraih sendok dan garpu yg berada di depannya tapi ketika ku memberikan dia segelas jus jeruk dia menatapku dengan penuh pertanyaan,dan tiba2dia mengeluarkan pertanyaan yg membuatku sedikit heran," apa kau merasa bahagia dengan hidupmu?" Aku terdiam mendengar pertanyaan itu,karena ku sendiri tidak tau jawaban dari pertanyaan itu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Chapter 15

My novel tkw dan majikan chapter 4 siapa ini??????

My novel chapter 9