My novel tkw dan majikan chapter 5
Chapter 5
Nasib jalan hidupku memang selalu seperti ini
"Vera,kita sudah sampai,"terdengar suara tuan chen ketika aku sedang asyik mengetik cerita di hp ku sambil dengerin musik. Aku pun segera melihat ke sekeliling tapi tunggu aku terkejut ketika ku melihat tidak ada satupun rumah di sekeliling area itu. Yg kulihat adalah pantai dan tumbuh -tumbuhan dan bunga2 yg indah dan terawat."Maaf tadi tuan bilang kita sudah sampai,,tapi aku tidak melihat rumah satupun disini". Tuan chen hanya tersenyum mendengar perkataanku itu." Sebelah sini,di balik pintu gerbang ini". Aku pun langsung melihat kearah yg di tunjuk oleh tuan chen. Ku lihat memang ada pintu gerbang besar yg di polesi cat putih ,di pintu itu juga terdapat ukiran naga. "Di balik pintu ini??". Tiba-tiba saja pikiran buruk pun datang dalam otakku,(apa aku mau di perkosanya disini lalu mayatku di buang,ah itu tdk mungkin atau aku akan di jualnya ,lalu di jadikan pelacur atau mungkin ku kan di ambil organ tubuhku lalu di jual mayatku di kubur disini,seperti di film-film ,tidak tidak tidak dia orang baik kalau pun dia mau macam-macam sudah dari tadi begitu banyak kesempatan tuk bisa melakukannya ngapain dia repot-repot sampai sini, kenapa aku memikirkan hal hal horor seperti itu,inilah akibat dari terlalu banyak nonton film horor.jadi nyangkut dah di kepalaku,tapi wajar sh kalau aku memikirkan hal seperti itu karena wanita mana yg tidak khawatir ketika dia di bawa ketempat seperti ini ,aku yakin para pembaca juga pasti punya pikiran sama sepertiku klu di bawa ke tempat seperti ini,aku akan membaca doa doa yg ku tahu)di ttengah-tengah pikiranku yag kacau suara yg ku kenal mengagetkanku. "Vera,vera" langsung saja ku jawab "ya"."Apa kau baik-baik saja?" Dia sepertinya khawatir padaku, "ah tidak apa -apa"jawabku sambil menggelengkan kepalaku. "Kamu mau kemana?"tanya tuan chen ketika dia melihat ku bergerak tuk membuka pintu mobil "eh,bukannya kita sudah sampai jadi aku mau turun,"tidak usah lagi pula tuk menuju kepintu rumah itu kalau berjalan kaki pasti capek,duduklah" jujur ku tak mengerti apa yg di katakannya tapi sudahlah lebih baik menurutinya saja . Aku kembali duduk manis ,kulihat tuan chen mengeluarkan sesuatu dari saku kaos panjangnya itu, kulihat dia mengeluarkan benda kecil mirip sebuah remot lalu dia mengarahkan benda kecil seperti remot itu ke arah gerbang dan tiba-tiba gerbang itu terbuka dengan sendirinya "wawaaaa"mulutku menganga ketika ku melihat pintu besar itu terbuka. Ketika pintu itu terbuka ku melihat pemandangan yg indah dan sebuah rumah, lalu tuan chen pun mulai memasukkan mobilnya ke dalam pintu gerbang itu. Ku lihat banyak sekali tanaman ,bunga dan bahkan rumput -rumput yg terawat. Akhirnya mobil pun tiba di depan pintu rumah itu,ketika ku melangkah keluar betapa kagetnya aku rumah itu sangatlah besar dan bbrapa bagian rumah itu bukanlah tembok tapi kaca,(kalau saja ada getaran atau gempa bumi pasti rumah ini tidak sampai 5menit akan roboh ha ha)Ku pun melihat sekeliling area itu tanpa ku sadari ternyata jarak antara pintu gerbang tadi dengan rumahnya itu lumayan jauh juga gila siapa dan seperti apa pemilik rumah ini,kalau kalian mau tahu,kalian yg udah nonton film desney pasti tau jarak antara pintu gerbang istana dengan istanamya atau kalian juga bisa bayangin jarak antara pintu gerbang penjara dengan penjaranya lumayan jauh bukan ,terserah kalian mau bayangin yg mana pokoknya lumayan jauh lah,pantas tadi tuan chen bilang klu jalan kaki pasti cape ."Ayo" ku lihat tuan chen membuka pintu itu dan aku pun mengikutinya dan apa yg ku lihat ketika ku masuk kedalam "siaaaaaal,"kata itu yg ada di hatiku ketika ku melihat setumpuk barang,kardus besar belum lagi sofa dan barang yg lain yg di tutup pakai kain putih. Ketika ku melihat semua itu perasaan buruk pun bisa kurasakan klu aku harus menata semua barang yg ada di rumah ini sebelum pemilik rumah ini datang,hidupku memang tdk pernah di takdirkan enak jln hidupku pasti selalu banyak rintangan ,dan nasibku pasti selalu seperti ini. Dulu aku punya majikan rumahnya kecil,tapi dia super cerewet,kurang tidur,super bersih. Semua harus sempurna belum lagi harus bawa jalan kakaknya tanpa ada henti,dan sekarang rumah besar 3lantai,sebagian rumah ini bukan tembok tapi kaca,kalau sampai dia nanti cerewet kumplit sudah penderitaanku. Penyesalan memang selalu datang terlambat,kenapa dengan mudah ku menerima pekerjaan ini karena alasan tidak mau lama di penampungan. Nasiiiibku memang sial.
"Vera,vera"suara tuan chen mengagetkanku,"ya"aku lansung melihat ke arahnya ,dia hanya tersenyum "ada apa,apa ada yg kamu fikirkan?" Tanya tuan chen padaku,"ah tidak ada,"jawabku sambil menggelengkan kepala "Ayo kita ke atas kamarmu ada di atas" diapun mengajakku tuk melihat kamar yg akan aku tempati,aku pun mengikutinya dari belakang. Dengan berjalan menaiki tangga ku melihat banyak kardus bertumpukkan. Ku juga melihat dinding-dinding yg di polesi warna biru lalu dihiasi dengan gambar bunga-bunga cantik sangat serasi dengan warna temboknya perpaduan warna yg sangat indah sepertinya rumah ini dibangun oleh arsitek frofesional. "Ini kamarmu"tuan chen menunjuk ke sebuah pintu kamar aku benar-benar penasaran seperti apa kamarku ini. Aku pun membuka pintu kamar itu dan menakjubkan apa yg ku lihat kamarnya benar-benar indah cat dindingnya berwarna pink ,di hiasi dengan gambar bunga putih kecil-kecil benar-benar indah."apa kamu menyukainya?"Tanya tuan chen "mmm ,ya aku menyukainya" jawabku."dan di ujung sana adalah kamar majikanmu" aku langsung melihat ke arah dimana tuan chen menunjuk ke salah satu kamar,pintu kamar itu berwarna cream dihiasi ukiran bunga yg indah,pintu kamar itu berbeda dari pintu-pintu yg lain yg di polesi cat putih sama seperti pintu kamarku."kenapa hanya pintu ini yg berbeda warna catnya"ku bertanya pada tuan chen sambil berjalan melangkah ke depan pintu kamar itu. "Entahlah,aku sendiri juga tidak tahu,pertanyaan itu sebaiknya kamu sendiri yg menanyakannya langsung pada majikanmu nanti" jawaban tuan chen membuat ku penasaran seolah2dia menyimpan sesuatu." Apa boleh ku melihatnya?"
Nasib jalan hidupku memang selalu seperti ini
"Vera,kita sudah sampai,"terdengar suara tuan chen ketika aku sedang asyik mengetik cerita di hp ku sambil dengerin musik. Aku pun segera melihat ke sekeliling tapi tunggu aku terkejut ketika ku melihat tidak ada satupun rumah di sekeliling area itu. Yg kulihat adalah pantai dan tumbuh -tumbuhan dan bunga2 yg indah dan terawat."Maaf tadi tuan bilang kita sudah sampai,,tapi aku tidak melihat rumah satupun disini". Tuan chen hanya tersenyum mendengar perkataanku itu." Sebelah sini,di balik pintu gerbang ini". Aku pun langsung melihat kearah yg di tunjuk oleh tuan chen. Ku lihat memang ada pintu gerbang besar yg di polesi cat putih ,di pintu itu juga terdapat ukiran naga. "Di balik pintu ini??". Tiba-tiba saja pikiran buruk pun datang dalam otakku,(apa aku mau di perkosanya disini lalu mayatku di buang,ah itu tdk mungkin atau aku akan di jualnya ,lalu di jadikan pelacur atau mungkin ku kan di ambil organ tubuhku lalu di jual mayatku di kubur disini,seperti di film-film ,tidak tidak tidak dia orang baik kalau pun dia mau macam-macam sudah dari tadi begitu banyak kesempatan tuk bisa melakukannya ngapain dia repot-repot sampai sini, kenapa aku memikirkan hal hal horor seperti itu,inilah akibat dari terlalu banyak nonton film horor.jadi nyangkut dah di kepalaku,tapi wajar sh kalau aku memikirkan hal seperti itu karena wanita mana yg tidak khawatir ketika dia di bawa ketempat seperti ini ,aku yakin para pembaca juga pasti punya pikiran sama sepertiku klu di bawa ke tempat seperti ini,aku akan membaca doa doa yg ku tahu)di ttengah-tengah pikiranku yag kacau suara yg ku kenal mengagetkanku. "Vera,vera" langsung saja ku jawab "ya"."Apa kau baik-baik saja?" Dia sepertinya khawatir padaku, "ah tidak apa -apa"jawabku sambil menggelengkan kepalaku. "Kamu mau kemana?"tanya tuan chen ketika dia melihat ku bergerak tuk membuka pintu mobil "eh,bukannya kita sudah sampai jadi aku mau turun,"tidak usah lagi pula tuk menuju kepintu rumah itu kalau berjalan kaki pasti capek,duduklah" jujur ku tak mengerti apa yg di katakannya tapi sudahlah lebih baik menurutinya saja . Aku kembali duduk manis ,kulihat tuan chen mengeluarkan sesuatu dari saku kaos panjangnya itu, kulihat dia mengeluarkan benda kecil mirip sebuah remot lalu dia mengarahkan benda kecil seperti remot itu ke arah gerbang dan tiba-tiba gerbang itu terbuka dengan sendirinya "wawaaaa"mulutku menganga ketika ku melihat pintu besar itu terbuka. Ketika pintu itu terbuka ku melihat pemandangan yg indah dan sebuah rumah, lalu tuan chen pun mulai memasukkan mobilnya ke dalam pintu gerbang itu. Ku lihat banyak sekali tanaman ,bunga dan bahkan rumput -rumput yg terawat. Akhirnya mobil pun tiba di depan pintu rumah itu,ketika ku melangkah keluar betapa kagetnya aku rumah itu sangatlah besar dan bbrapa bagian rumah itu bukanlah tembok tapi kaca,(kalau saja ada getaran atau gempa bumi pasti rumah ini tidak sampai 5menit akan roboh ha ha)Ku pun melihat sekeliling area itu tanpa ku sadari ternyata jarak antara pintu gerbang tadi dengan rumahnya itu lumayan jauh juga gila siapa dan seperti apa pemilik rumah ini,kalau kalian mau tahu,kalian yg udah nonton film desney pasti tau jarak antara pintu gerbang istana dengan istanamya atau kalian juga bisa bayangin jarak antara pintu gerbang penjara dengan penjaranya lumayan jauh bukan ,terserah kalian mau bayangin yg mana pokoknya lumayan jauh lah,pantas tadi tuan chen bilang klu jalan kaki pasti cape ."Ayo" ku lihat tuan chen membuka pintu itu dan aku pun mengikutinya dan apa yg ku lihat ketika ku masuk kedalam "siaaaaaal,"kata itu yg ada di hatiku ketika ku melihat setumpuk barang,kardus besar belum lagi sofa dan barang yg lain yg di tutup pakai kain putih. Ketika ku melihat semua itu perasaan buruk pun bisa kurasakan klu aku harus menata semua barang yg ada di rumah ini sebelum pemilik rumah ini datang,hidupku memang tdk pernah di takdirkan enak jln hidupku pasti selalu banyak rintangan ,dan nasibku pasti selalu seperti ini. Dulu aku punya majikan rumahnya kecil,tapi dia super cerewet,kurang tidur,super bersih. Semua harus sempurna belum lagi harus bawa jalan kakaknya tanpa ada henti,dan sekarang rumah besar 3lantai,sebagian rumah ini bukan tembok tapi kaca,kalau sampai dia nanti cerewet kumplit sudah penderitaanku. Penyesalan memang selalu datang terlambat,kenapa dengan mudah ku menerima pekerjaan ini karena alasan tidak mau lama di penampungan. Nasiiiibku memang sial.
"Vera,vera"suara tuan chen mengagetkanku,"ya"aku lansung melihat ke arahnya ,dia hanya tersenyum "ada apa,apa ada yg kamu fikirkan?" Tanya tuan chen padaku,"ah tidak ada,"jawabku sambil menggelengkan kepala "Ayo kita ke atas kamarmu ada di atas" diapun mengajakku tuk melihat kamar yg akan aku tempati,aku pun mengikutinya dari belakang. Dengan berjalan menaiki tangga ku melihat banyak kardus bertumpukkan. Ku juga melihat dinding-dinding yg di polesi warna biru lalu dihiasi dengan gambar bunga-bunga cantik sangat serasi dengan warna temboknya perpaduan warna yg sangat indah sepertinya rumah ini dibangun oleh arsitek frofesional. "Ini kamarmu"tuan chen menunjuk ke sebuah pintu kamar aku benar-benar penasaran seperti apa kamarku ini. Aku pun membuka pintu kamar itu dan menakjubkan apa yg ku lihat kamarnya benar-benar indah cat dindingnya berwarna pink ,di hiasi dengan gambar bunga putih kecil-kecil benar-benar indah."apa kamu menyukainya?"Tanya tuan chen "mmm ,ya aku menyukainya" jawabku."dan di ujung sana adalah kamar majikanmu" aku langsung melihat ke arah dimana tuan chen menunjuk ke salah satu kamar,pintu kamar itu berwarna cream dihiasi ukiran bunga yg indah,pintu kamar itu berbeda dari pintu-pintu yg lain yg di polesi cat putih sama seperti pintu kamarku."kenapa hanya pintu ini yg berbeda warna catnya"ku bertanya pada tuan chen sambil berjalan melangkah ke depan pintu kamar itu. "Entahlah,aku sendiri juga tidak tahu,pertanyaan itu sebaiknya kamu sendiri yg menanyakannya langsung pada majikanmu nanti" jawaban tuan chen membuat ku penasaran seolah2dia menyimpan sesuatu." Apa boleh ku melihatnya?"
Komentar
Posting Komentar