My novel tkw and majikan chapter 7
Chapter 7 pertemuan pertama
Entah berapa jam ku tertidur tapi yg jelas ketika ku bangun matahari sudah mulai terbenam "sial,ku kebablasan,untung saja mjknku belum datang , kalau tidak pasti dah maaaati aku"ku berbicara pada diriku sendiri saat itu langsung ku raih hp ku dan pergi mandi. Mungkin karena cape sampai ku tidak ingat apa-apa,tidur layaknya orang mati. Tapi untungnya pekerjaan di lantai 1 hampir selesai tinggal nyapu dan mengepel,dan besok ku bisa melanjutkan pekerjaanku yg lainnya.
Hari demi hari ku lewati sendirian di rumah besar nan megah ini tidak ada satupun orang yg datang kerumah ini bahkan tuan chen sendiri sejak saat dia pertama kali mengantarku kerumah ini sejak saat itu pula dia tidak pernah datang lagi,tapi sesekali dia menelpon tuk menanyakan kabarku dan pekerjaanku. Tidak ada hari yg seru bagiku semua sama saja ruangan demi ruangan ku beres kan dan semua barang-barangnya Sudah ku Tata tapi.
Tidak terasa 2minggu pun cepat berlalu semua pekerjaan sudah beres ku kerjakan tepat 2minggu sebelum orang itu datang. (Hebat kan diriku ini). Saat itu sore hari tepat pukul 4 sore ku duduk termenung sambil memegang segelas es kopi ."kalau memang benar seperti yg dikatakan tuan chen,itu artinya Orang itu akan datang besok. Seperti apa dia ku belum tahu dan juga watak dan kebiasaannya juga ku Belum Tahu .
"Ashita ni karena namida,ga kawaki kompromi iri zuite kutu egaliter ga bisu anatara"tiba tiba ku dikejutkan oleh bunyi ring tone hp ku . Cepat2ku ambil yg letaknya agak sedikit Jauh, ku meletakkannya diatas meja ruang makan. "Wei" (wei artinya hallo) sautku ,"ah ,vera apa dia sudah sampai disittu?"saat ku mendengar perkataan tuan chen aku sedikit terkejut dan bingung. "Ting tong" bersamaan dengan itu juga ku mendengar suara bel berbunyi. Aku merasa orang yg di tanyakan tuan chen itu sekarang sedang berdiri tepat di depan pintu rumah ini."vera,vera!"aku terkejut mendengar suara tuan chen yg ada di telfon,"ah iya,mungkin itu dia ku dengar ada seseorang yg menekan bel"jawabku,"ya sudah nanti ku telpon lg "dia langsung menutup telpon dan akupun langsung berlari tuk membuka pintu. Jujur ku sedikit gugup karena ini pertama kalinya ku kan bertemu majikan baruku . Ketika ku berada di depan pintu langsung saja ku buka,pas ku buka ku lihat sesosok laki-laki yg berbadan lebih tinggi dariku mungkin ku bisa memperkirakan tingginya 176cm,(sebenarnya ku g bisa sih menebak tinggi badan seseoang,aku juga tidak tahu dugaanku itu tepat atau tidak) kulitnya putih ,bentuk tubuhnya tidak gemuk tidak kurus sangat ideal,dan rambutnya yg hitam dia memakai kaca mata hitam,dan bibirnya warna merah. Dia mengenakan kemeja biru dan tangan kanannya memegang sebuah jas ,lalu tangan kirinya memegang pegangan koper dia benar -benar sangat tampan dan sempurna tanpa ku sadari ku menatapnya tanpa mengedipkan mata. "Hallo,hallo kenapa kau melihatku seperti itu?"aku sedikit terkejut mendengar perkataannya itu"ah tidak silahkan masuk " ,ku sedikit mengelak,dia pun masuk dan melihat - lihat seluruh rumah,aku pun bergegas membawakan koper kecilnya itu yang dari tadi di pegangnya terus."maaf, apa kopernya mau saya taruh di kamar anda tuan" ( ku berbicara dengan sopan ) ."ah ,boleh ini," dia pun memberikan kopernya padaku tuk ku taruh di kamarnya . Belum juga ku melangkahkan kakiku dia sudah memanggilku ,"tunggu," akupun menoleh kebelakang"iya"jawab.ku, "bisakah kau membuatkan ku secangkir kopi" ;aku mengangguk sambil berjalan menuju dapur tuk membuatkannya secangkir kopi ,setelah itu ku pun mengantarkannya ke meja yg ada di ruang tamu,karena orang itu ada di ruang tamu. "Silahkan,ini kopi anda" ku lihat dia sedang berdiri memandangi laut lewat kaca rumah. Aku berniat melangkah tuk menaruh kopernya di kamar."tunggu"belum juga ku melangkahkan kaki ku lagi dia sudah menghentikanku lg. "Ya" aku pun berbalik. Tiba tiba dia melangkahkan kakinya dan berjalan ke arahku dan sekarang tepat di depanku, (apa kalian tahu apa yg ada di pikiranku ketika sosok yg tampan mendekatiku wassalam rasanya gugup,aku tidak tahu kalian pernah merasakannya atau tidak ,yg jelas sulit tuk menggambarkannya ). Ah maaf kita kembali ke cerita ,tiba -tiba dia mengulurkan tangan,"namaku huang yi feng,kau bisa memanggilku cukup dengan yi feng saja, tidak usah memanggilku dengan sebutan tuan ok, nama mu vera iya kan?" Saat itu ku pun mengulurkan tanganku dan berjabat tangan dengannya sambil menganggukkan kepalaku sebagai tanda ku setuju tuk memanggilnya dengan sebutan nama. Aku pun berbalik dan berjalan sambil memegang koper kecilnya itu,selama berjalan ku trus berfikir dan berbicara dalam hati ku,"kenapa dia berbicara seperti itu,aku adalah pembantunya tentu saja ku harus memanggilnya dengan sebutan tuan ,rasanya tidak pantas kalau ku memanggilnya dengan sebutan nama. Ku benar2tidak mengerti.
Karena terlalu larut dalam pikiranku ,tanpa sadar ku dah melewati kamar yg akan ku tuju ,"eh ,ini,y ampun terlewat ais dasar "ku berbalik sambil memukuli kapalaku sendiri.ku pun masuk kopernya ku taruh di samping tempat tidurnya,ku pikir mungkin dia sendiri yg akan membereskannya . Ku pun berniat tuk pergi,ku mau masak buat makan malam apalagi dia ada sekarang. Dan ku pun berbalik tapi apa kalian tahu pas waktu aku berbalik aku terkejut setengah mati hampir saja ku mengeluarkan kata kasar,ketika ku melihat laki2itu tepat di hadapanku sedang melihat -lihat kamarnya sendiri. "Apa aku mbuatmu terkejut?"sambil tersenyum dia menanyakan hal itu,"tentu saja ku terkejut,kau tadi ada di bawah mendadak kau sudah ada di dalam kamar,oh ia klu begitu aku permisi aku akan menyiapkan makan malam." Aku pun berniat tuk pergi,tapi lagI-lagi dia menghentikan langkahku, "vera tunggu,"aku pun berbalik ketika dia memanggilku "malam ini ku makan di luar jadi kau tidak usah repot repot menyiapkan makan malam untukku." "Baik"aku pun mengangguk dan berniat tuk pergi,tapi lagi2dia menghentikan langkah ku tepat ketika aku mau membuka pintu kamar rasanya aku benar2ingin memukul kepalanya itu,benar2menyebalkan ,"vera tunggu",aku pun berbalik sambil menutupi rasa kesalku dengan senyuman ,"ada satu hal lagi bangunkan aku tepat pukul 7malam aku akan tidur sebentar". "Baik"jawabku sambil menganggukan kepalaku. Aku pun pun melangkah tuk pergi sambil menutup pintu kamar. "Kenapa dia itu kalau bicara tidak pernah sekaligus harus satu-satu membuatku kesal,untung saja dia tampan kalau jelek aku pasti sudah bicara kasar padanya".Ku berbicara sendiri sambil menuruni anak tangga.

😊😊😊
BalasHapus👍
BalasHapus